DEFINISI TAUHID


DEFINISI TAUHID

Definisi Tauhid

          Al Hafizh Ibnu Hajar menyatakan:
          " وأما أهل السنة ففسروا التوحيد بنفي التشبيه والتعطيل ".
"Sedangkan Ahlussunnah menafsirkan bahwa tauhid adalah menafikan tasybih (keyakinan yang menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya) dan ta'thil (keyakinan yang menafikan adanya Allah atau salah satu sifat-Nya)".
Jadi tauhid dalam penafsiran Ahlussunnah adalah meyakini bahwa Allah ada dan memiliki sifat-sifat yang tidak menyerupai sifat-sifat makhluk-Nya, Allah esa pada Dzat, sifat dan perbuatan-Nya. Imam al Junaid al Baghdadi berkata:
          "التوحيد إفراد القديم من المحدث"  (رواه الخطيب البغدادي وغيـره)
Tauhid adalah mensucikan (Allah) yang tidak mempunyai permulaan dari menyerupai makhluk-Nya” (diriwayatkan oleh al Hafizh al Khathib al Baghdadi)
Dan inilah makna nama Allah al Ahad dan al Wahid. Al Imam al Halimi mengatakan :
الأحد هو الذي لا شبيه له ولا نظيـر ، كما أن الواحد هو الذي لا شريك له ولا عديد ;     al Ahad ialah yang tiada serupa dan bandingan bagi-Nya, sebagaimana al Wahid maknanya adalah yang tiada sekutu bagi-Nya dan tiada  yang menduai –Nya (dalam ketuhanan). Imam Abu Hanifah berkata :
 "والله واحد لا من طريق العدد ولكن من طريق أنه لاشريك له".
"Allah satu bukan dari segi bilangan tetapi dari segi bahwa tidak ada sekutu bagi-Nya".
Al Ahad juga ditafsirkan yaitu yang tidak menerima pembagian, yakni bukan jisim karena secara akal jisim (benda) bisa dibagi-bagi, sedangkan Allah bukanlah jisim. Allah berfirman ketika mencela orang-orang kafir:
) وجعلوا له من عباده جزءا(  (سورة الزخرف : 15)
Maknanya: "Dan mereka (orang-orang kafir) menjadikan sebahagian dari hamba-hamba-Nya sebagai bahagian dari pada-Nya"   (Q.S. az-Zukhruf : 15)
al Imam  Abu Hasan al Asy'ari berkata dalam kitab an- Nawadir :
             " من اعتقد أن الله جسم فهو غير عارف بربه وإنه كافر به ".
"Barang siapa yang meyakini bahwa Allah adalah jisim maka dia tidak tahu tentang tuhannya dan sesungguhnya dia kafir terhadap-nya".
Ini semua adalah bantahan terhadap orang-orang yang membagi tauhid menjadi tiga macam; Tauhid Uluhiyyah,  Tauhid Rububiyyah dan Tauhid al Asma' wa ash-Shifat. Pembagian tauhid yang digagas oleh Ibnu Taimiyah dan diikuti oleh para pengikutnya ini menyalahi Aqidah Ahlussunnah Wal Jama’ah. Maksud dan tujuan dari pembagian ini adalah untuk mengkafirkan orang-orang mukmin yang bertawassul dengan para nabi dan orang-orang shalih, mengkafirkan orang-orang mukmin yang mentakwil ayat-ayat yang mengandung sifat-sifat Allah dan mengembalikan penafsirannya kepada ayat-ayat muhkamat. Ini berarti pengkafiran terhadap  Ahlussunnah Wal Jama’ah yang merupakan kelompok mayoritas di kalangan umat Muhammad
          Dikatakan kepada mereka : Siapakah di antara ulama' salaf yang membagi tauhid menjadi tiga ini ? Jawabannya: tidak ada. Apakah ummat Islam seluruhnya tidak memahami لا إله إلا الله  sebelum munculnya Ibnu Taimiyah !!! lalu apa komentar Ibnu Taimiyah dan para pengikutnya terhadap para sahabat, tabi'in dan para ulama salaf yang melakukan takwil terhadap ayat-ayat sifat !!!
          Terakhir, sebagian ulama Ahlussunnah mengatakan :
من أعطي الايمان ولم يعط الدّنيا فكأنّما ما منع شيئا ، ومن أعطي الدّنيا ولم يعط الايمان فكأنّما لم يعط شيئا
"Barang siapa diberi (oleh Allah) keimanan, dan ia tidak diberi dunia (harta benda) maka seolah-olah ia tidak tercegah untuk mendapatkan apapun (karena ia akan masuk surga dengan keimanannya tersebut). Dan barang siapa diberi dunia dan tidak diberi keimanan maka seolah-olah ia tidak diberi apapun (karena bila mati nanti ia akan meninggalkan harta bendanya tersebut dan akan masuk neraka serta kekal di dalamnya selamanya)".
Anda baru saja membaca artikel yang berkategori AQIDAH dengan judul DEFINISI TAUHID. Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://cmdia.blogspot.com/2011/12/definisi-tauhid.html. Terima kasih!
Ditulis oleh: Hafiz Muslim -

Belum ada komentar untuk "DEFINISI TAUHID"

Post a Comment

terima kasih kerana sudi memberi coment, harap datang ke blog ini lagi ya.